Bibir-bibir mungil mereka mengatakan, "Kelak, aku akan jadi orang sukses!"
Walau tahu tak akan jadi nyata, mereka berusaha semampu mereka. Bekerja kerasa menggapai masa depan. Tangan-tangan mungil mereka tak berhenti menari-nari. Meliuk-liuk seiring nada bertempo.
Apakah kita seperti para pelukis pelangi itu? Kenapa kita tidak mampu berceloteh yakin kitalah yang akan maju? Dari mana kekuatan itu berasal?
Satu jawabannya, hati. Mereka menggunakan hati.
Para pelukis pelangi asyik berdendang ria. Tanpa sadar mereka itu susah batin susah raga. Merekalah yang akan membimbing kita pada dunia yang penuh kemilau.
Para Pelukis Pelangi ... biarlah. Biarlah mereka bermimpi. Dan mimpi kitapun ada padanya, Para Pelukis Pelangi, yakni, anak-anak bangsa yang tulus mencintai negeri kita sejati.
Telaga Aksara,
-6 Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar